Activity

  • Korsholm Bojsen posted an update 1 month, 3 weeks ago

    “Sudah terkenal saya di sini bak selebritis, karena saya sebelum punya anggur saya pedagang pulsa grosiran yang sudah dibilang merakyat, di Jakarta Selatan yang dagang pulsa pasti kebanyakan kenal saya,” ujar Suprianto dalam Channel Youtube miliknya ‘Kebun Anggur Import Jakarta’

    Alasan pria berusia 40-an itu menanam anggur di rumahnya agar banyak masyarakat Jakarta yang tergerak untuk memanfaatkan lahan sempit di rumahnya untuk ditanami anggur.

    “Harapan saya di Jakarta Selatan khususnya di cluster Pasar Minggu, Pondok Labu, Lenteng Agung dalam jangka lima tahun ke depan separuhnya sudah tidak membeli anggur impor, di depan rumahnya masing-masing sudah dibuat kanopi ditanami anggur,” ungkapnya.

    Baca Juga: Hampir Tak Ada Bau Langu, Edamame Biomax untuk Peningkatan Gizi dan Ekspor 3 Daerah Jadi Percontohan, Mentan: Food Estate Adalah Model Baru Pertanian

    Suprianto berpendapat bahwa tanaman anggur menjadi salah satu tanaman yang cocok untuk menambah penghasilan dan mudah dibudidayakan di rumah. Ke depan dia ingin Jakarta bisa swasembada anggur. Dia juga berencana mengekspansi tanaman anggur di Jakarta.

    “Saya sengaja menanam anggur, karena supaya Jakarta ke depannya bisa swasembada anggur. Ini termasuk ketahanan pangan dalam bentuk buah,” katanya.

    Tanaman anggur di rumahnya ditanam dengan dua sistem yaitu tralis dan para-para. Kelebihan sistem tralis dapat dilakukan di halaman yang sangat sempit namun tidak bisa menghasilkan lebih banyak buah karena tanaman anggur cenderung tumbuh merambat ke arah vertikal.

    “Kalau ingin banyak buahnya pakai sistem para-para atau kanopi,” sebutnya.

    Di musim hujan, lanjut dia, tanaman anggur rawan terkena jamur sehingga harus pintar mengantisipasinya.

    “Saat musim hujan tanaman anggur akan rentan kena penyakit dan kalaupun buah, nanti buahnya pecah,” katanya.

    Suprianto mengungkapkan rata-rata bibit anggur yang ditanamnya mulai menghasilkan buah dalam waktu delapan bulan. Untuk perawatannya, menurut dia, tidak terlalu sulit.

    “Anggur itu tanaman kuat dan bisa bertahan sampai puluhan hingga ratusan tahun. Anggur-anggur yang saya miliki di sini rata-rata tidak sulit untuk berbuah, karena yang sulit dibuahkan tidak akan saya rekomendasikan para pemula. Jenis anggur yang cepat berbuah antara lain seperti Jupiter, Angelica, Academic, Gosv,” ungkapnya.

    Dia membuka kesempatan bagi pemula yang ingin belajar budidaya anggur dan menyediakan beragam jenis bibit anggur impor yang bisa dibeli para pemula maupun masyarakat luas.

    “Kalau ingin belajar saya persilahkan monggo. Kalau mau beli bibit di tempat saya juga bisa dan gratis ilmu budidayanya,” tambahnya.

    Kebun anggur milik Suprianto warga Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan banting stir ke usaha kebun dan bibit anggur. Sebelum menggeluti bisnis tanaman anggur, dia merupakan bos pulsa yang sudah banyak dikenal pedangan pulsa di bilangan Jakarta Selatan.

    “Sudah terkenal saya di sini bak selebritis, karena saya sebelum punya anggur saya pedagang pulsa grosiran yang sudah dibilang merakyat, di Jakarta Selatan yang dagang pulsa pasti kebanyakan kenal saya,” kata Suprianto dalam Channel Youtube miliknya ‘Kebun Anggur Import Jakarta’

    Alasan pria berusia 40-an tersebut menanam anggur di rumahnya agar banyak masyarakat Jakarta yang tergerak untuk memanfaatkan lahan sempit di rumahnya untuk ditanami anggur.

    “Harapan saya di Jakarta Selatan khususnya di cluster Pasar Minggu, Pondok Labu, Lenteng Agung dalam jangka lima tahun ke depan separuhnya sudah tidak membeli anggur impor, di depan rumahnya masing-masing sudah dibuat kanopi ditanami anggur,” ungkapnya.

    Suprianto berpendapat bahwa tanaman anggur menjadi salah satu tanaman yang cocok untuk menambah penghasilan dan mudah dibudidayakan di rumah. Selain itu, kedepannya dia ingin agar Jakarta bisa swasembada anggur dan dia berencana untuk mengekspansi tanaman anggur di Jakarta.

    Perikanan “Saya sengaja menanam anggur, karena supaya Jakarta kedepannya bisa swasembada anggur. Ini termasuk ketahanan pangan dalam bentuk buah,” tuturnya.

    Tanaman anggur yang ada di rumahnya ditanami dengan dua sistem yaitu sistem tralis dan sistem para-para. Kelebihan sistem tralis dapat dilakukan pada halaman yang sangat sempit namun tidak bisa menghasilkan lebih banyak buah karena tanaman anggur cenderung hanya tumbuh merambat ke arah vertikal.

    “Kalau ingin banyak buahnya pakai sistem para-para atau kanopi,” sebutnya.

    Di musim hujan, lanjut dia, banyak tanaman anggur yang rawan terkena jamur sehingga harus pintar-pintar untuk mengantisipasinya.

    “Saat musim hujan tanaman anggur akan rentan kena penyakit, dan kalaupun buah, nanti buahnya pecah,” katanya.

    Suprianto mengungkapkan, rata-rata bibit anggur yang ditanamnya bisa mulai menghasilkan buah dalam waktu delapan bulan dan perawatan tanaman anggur menurutnya tidak terlalu sulit.

    “Anggur itu tanaman kuat dan bisa bertahan sampai puluhan hingga ratusan tahun. Anggur-anggur yang saya miliki di sini rata-rata tidak sulit untuk berbuah, karena yang sulit dibuahkan tidak akan saya rekomendasikan para pemula. Jenis anggur yang cepat berbuah antara lain seperti Jupiter, Angelica, Academic, Gosv,” ungkapnya.

    Dia juga membuka kesempatan bagi pemula yang ingin belajar tentang budidaya anggur dan menyediakan bibit anggur impor dengan beragam jenis yang bisa dibeli oleh para pemula maupun masyarakat luas.

    “Kalau ingin belajar saya persilahkan monggo, kalau mau beli bibit di tempat saya juga bisa dan gratis ilmu budidayanya,” tambahnya.

    Lokasinya kebun anggur Suprianto berada di rumahnya di Jalan Moch Kahfi 1, Gang Film, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dia juga aktif berbagi informasi dan kegiatan berkebun anggur melalui Channel Youtube miliknya ‘Kebun Anggur Import Jakarta’.

    Video terkait: